Minggu, 27 November 2011

FILOSOFI SABUN

Menjelang akhir tahun, saya merenung tentang pencapaian apa saja yang telah dilakukan dalam berbagai segi kehidupan. Tiap sisi saya ambil hikmah positifnya untuk lebih mantap di masa depan. Dari pengalaman selama ini, ketika bekerjasama dengan orang lain, saya menyimpulkan bahwa karakter manusia sedkit banyak memiliki kesamaan dengan sabun. Ya, sabun mempunyai beragam bentuk. Inilah "Filosofi Sabun" yang saya maksud.



Yang pertama adalah kelompok "sabun batang". Kalau diajak bicara selalu kaku, arogan dan menolak ide-ide baru. Persis sabun batang, mereka sulit bekerja dengan orang lain sehingga pekerjaannya gagal. Tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar menghambat kemajuan karirnya.

Yang kedua adalah kelompok " sabun bubuk". Jika bekerja, mereka harus dibantu rekan sekantor. Kesannya manja dan tidak bisa mandiri. Perlu proses "perendaman" atau pelatihan yang lama agar mereka membuahkan hasil.

Yang ketiga adalah kelompok "sabun colek". Kelompok ini serba mahir, bisa melakukan segala hal. Terlalu baik kepada orang lain menjadikan mereka sebagai budak. Akibatnya mereka dipandang remeh oleh pihak lain.

Kelompok keempat adalah "sabun cair". Mewreka ini individual sekaligus team player. Dapat menyesuaikan diri di berbagai kondisi. Masuk kedalam botol, menjadi bentuk botol, ke dalam tabung menjadi bentuk tabung. Sifat adaptif manusia seperti ini menjadikan karier mereka melesat. Walaupun jumlahnya sedkit, kerja mereka efisien. Makanya mereka dihormati orang lain.

Pengamatan terhadap sabun itu saya jadikan dasar "filosofi sabun". Setiap individu mestinya berani mempertanyakan kehadiran dan peran yang dimainkannya ketika bekerja bersama orang lain. Tanpa evaluasi, sebuah organisasi menjadi tak perduli dan selalu mengandalkan orang lain.

Akhirnya, anda memilih menjadi tipe sabun yang mana? jadilah yang terbaik. Selamat Tahun Baru 2012!